Selamat Datang, di Website Resmi Kampus STEBIS IGM Palembang a.n Ketua H.Chandra Satria, S.E., M.Si------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------untuk Mahasiswa | Konsultasi Akademik Klik Disini atau Hubungi Kami Klik Disini,
 
Find us
Buletin Digital Jum'at lalu&Hari ini Lihat Poligami-8 Nov 2019 | Sang Motivator-8 Nov 2019

Akuntasi Syariah Jadi Dasar Pembelajaran Ilmu

 

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi dan Bisnis Syariah (STEBIS) Indo Global Mandiri (IGM) Palembang ditunjuk menjadi salah satu peserta dalam workshop “Metode Pembelajaran Akutansi Syariah serta Mengenal Metodologi Penelitian Kualitatif di Bidang Akutansi” yang digelar oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Wilayah Sumsel dengan Universitas Palembang, Kamis (10/10/2019).

Dalam workshop tersebut, juga dilakukan pelatihan akuntasi berbasis tauhid bersama Ketua Dewan Penasehat IAI Wilayah Jawa Timur, Prof Tjiptohadi Suwarjuwono dan Koordinator Forum Dosen Akuntasi Syariah IAI - KAPd, Prof Iwan Triyuwono.

Masih minimnya pengetahuan atau pembelajaran tentang akutansi syariah membuat Ikatan Akutan Indoneisa (IAI) Wilayah Sumsel terus mensosialisasikan akan pentingnya ilmu itu. Menurut Prof Tjiptohadi Sawarjono, pihaknya akan meminta dosen menyisipkan pengetahuan tentang akuntansi syariah di mata kuliah akuntansi umum.

Tak hanya itu, penelitian akuntansi maka yang umumnya digunakan adalah metode kuantitatif. "Tapi ada penelitian akuntansi syariah bisa dilakukan dengan metode kualitatif dengan beberapa pendekatan," ujarnya.

Sementara, Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi dan Bisnis Syariah (STEBIS) IGM Palembang, H Chandra Satria, SE, MM menegaskan, MoU atau kerjasama dengan Ikatan Akuntan Indonesia Wilayah Sumsel semakin berfikir agar mahasiswa tak hanya belajar saja tapi juga mendapatkan keahlian.

Dengan begitu, lulusan dari STEBIS akan mendapatkan sertifikasi pendamping sebagai bekal untuk mencari pekerjaan.

Dalam workshop, lanjut Chandra, pembelajaran akuntansi syariah sendiri sudah menjadi bagian dari mata kuliah wajib yang akan didapat di dalam kurikulum yang disusun dengan harapan kemampuan mahasiswa STEBIS dapat memahami akuntansi syariah tidak hanya sebatas pengetahuan, tapi juga penerapan di dunia kerja.

“Kita ingin membumikan akutansi syariah ini bersama umat muslim. Karena itu kita meminta agar dosen ekonomi yang mengajar dapat menyisipkan akutansi syariah ini,” jelas dia. Ia berharap akutansi syariah ini bukan menjadi pilihan tapi menjadi yang dasar karena pembelajaran yang ditanamkan berdasarkan ilmu atau syariat islam.

Karena itu, ia berharap ke depan melalui MoU ini menjadi awal akan lebih banyak kegiatan yang akan dikerjasamakan dalam rangka meningkatkan komptensi akuntan dan mahasiswa akuntansi. (andhiko ta)

 

 


Sumber: Igmtvnews

 

 

 

Kirim ke teman | Versi cetak

Berita "Berita Kampus" Lainnya