Selamat Datang, Bapak Prof.Drs.Sirozi,M.A.,Ph.D Wakil Rektor 1,2,3,Bpk Ibu Dekan, Bpk Sekretaris Kopertais Wilayah VII,beserta jajaran UIN RF | Bpk Ibu Kepsek,Guru,Dosen dan Tamu Undangan Dalam rangka Penandatanganan Nota Kesepahaman UIN RG dan STEBIS IGM ------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------untuk Mahasiswa | Konsultasi Akademik Klik Disini atau Hubungi Kami Klik Disini,
 

Tentang Hajar Aswad

 

 

 

Hajar `Aswad (Arab: حجر أسود) merupakan sebuah batu yang diyakini oleh umat Islam berasal dari surga, dan yang pertama kali menemukannya adalah Nabi Ismail dan yang meletakkannya adalah Nabi Ibrahim. Dahulu, Hajar Aswad merupakan batuan putih utuh berukuran 30 cm yang memiliki sinar terang bahkan dapat menerangi seluruh jazirah Arab. Namun semakin lama sinarnya semakin meredup dan hingga akhirnya sekarang berwarna hitam. Batu ini memiliki aroma yang unik dan ini merupakan aroma wangi alami yang dimilikinya semenjak awal keberadaannya, dan pada saat ini batu Hajar Aswad tersebut ditaruh di sisi luar Kabah sehingga mudah bagi seseorang untuk menciumnya. Adapun mencium Hajar Aswad merupakan sunah Nabi Muhammad SAW. Karena dia selalu menciumnya setiap saat tawaf.

Kini, batu tersebut tak lagi utuh. Hanya tersisa 15 pecahan yang ditanam dalam sebuah matriks semen sebagai pengikat. Matriks tersebut dilindungi dengan lingkaran perak. Dari ke-15 pecahan itu, hanya 8 yang dapat terlihat dari permukaan.

Karena diyakini sebagai `batu surga` dan menjadi salah satu bagian dari sunah Rasul, Hajar Aswad kerap diistimewakan oleh umat Islam.

Karena diyakini sebagai `batu surga` dan menjadi salah satu bagian dari sunah Rasul, Hajar Aswad kerap diistimewakan oleh umat Islam.

Beberapa orang bahkan salah kaprah dalam menilai kelebihan batu ini sampai-sampai `memujanya` secara berlebihan. Sejarah mencatat, Hajar Aswad pernah dirampas oleh Abu Thahir Sulaiman bin Abu Said Al Husain Al Janabi pada tahun 317 H. Kala itu Hajar Aswad dicongkel paksa dari Ka`bah.

Dengan berbagai upaya, baru pada tahun 339 H batu itu dapat dikembalikan ke tempatnya semula. Belum lagi sering kita dengar banyak jemaah haji yang memaksa mencium Hajar Aswad meski kondisi tak memungkinkan.

Hal inilah yang patut dikoreksi. Meski istimewa, Hajar Aswad tetaplah hanya sebuah batu. Tidak bisa memberikan manfaat dan mudarat apapun secara langsung.

Sesungguhnya hajar aswad itu adalah sebutir yaqut (batu permata) di antara yaqut-yaqut Sorga. Kelak pada hari kiamat ia akan dibangkitkan dengan dua mata serta sebuah lidah, yang dengannya ia berbicara dan bersaksi untuk siapa yang dengan kebenaran dan ketulusan hati pernah menyentuhnya.

(Hadits,Tarmidzi, dan dishahihkan oleh Nasa-iy dari Abdullah bin Abbas)
 
 

Sumber: Motivasi fahmi basyah
http://www.dream.co.id |https://id.wikipedia.org |

 

 

 

Kirim ke teman | Versi cetak

Berita "Berita Terkini" Lainnya