Selamat Datang, di Website Resmi Kampus STEBIS IGM Palembang a.n Ketua H.Chandra Satria, S.E., M.Si------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------untuk Mahasiswa | Konsultasi Akademik Klik Disini atau Hubungi Kami Klik Disini,
 
Find us

Ford Indonesia Tutup

Ford Indonesia

 

Bisnis.com, JAKARTA - Harga mobil bekas Ford semakin anjlok menyusul langkah Ford untuk keluar dari pasar otomotif Indonesia kemarin. 

Senior Manager Marketing Pusat Mobil Bekas WTC Mangga Dua Jakarta, Herjanto Kosasih, menguraikan langkah Ford menghentikan operasi di Indonesia membuat calon pembeli termasuk konsumen mobil bekas akan berpikir ulang untuk membeli Ford karena cemas dengan ketersediaan suku cadang.

"Penjualan mobil bekas Ford nantinya akan babak belur karena orang yang mau beli mobil akan berpikir ulang soal purnajual dan suku cadang di masa mendatang," kata Herjanto Kosasih di Jakarta, Selasa (26/1/2016). 

"Tidak didukung Ford secara total membuat ketertarikan orang akan berkurang padahal kami akui mobil-mobil Ford memiliki desain yang bagus-bagus, Ford Fiesta misalnya," ucapnya. 

Herjanto mengatakan harga mobil bekas Ford akan turun 20-30% akibat anjloknya kepercayaan calon pembeli terhadap merek asal Amerika Serikat itu. 

Pantauan di sejumlah diler mobil bekas menunjukkan harga jual kembali Ford dari berbagai tipe andalan memang mengalami penurunan.

Amang, pengelola dealer mobil bekas Kembar Jaya Motor di Jalan Sultan Agung, Bekasi, mengatakan harga bekas Ford Fiesta tahun 2012 ke atas sekitar Rp110 juta sampai Rp125 juta tergantung tipe transmisi dan kondisi. 

Harga tersebut lebih murah dari nilai jual tahun 2015 sekitar Rp128-130 juta per unit, padahal harga baru Ford Fiesta 2015 mencapai Rp228 juta hingga Rp318 juta tergantung tipe.

Tidak hanya Ford Fiesta, lanjut Amang, harga Ford Escape tahun 2004 turun menjadi Rp85 juta padahal tahun lalu masih laku di atas Rp110 juta. 

Ayli dari Bintang Cemerlang Motor yang terletak di depan RS Ananda Bekasi juga mengatakan harga Ford Fiesta turun menjadi Rp120 juta karena minimnya peminat dan kerap terlalu lama di showroom.

"Agak jarang jual Ford, seperti Fiesta atau Escape karena bisa terlalu lama di showroom, harganya bisa turun dibandingkan sejenisnya seperti Honda Jazz yang stabil dan banyak dicari orang," kata Ayli yang sudah mengetahui langkah Ford meninggalkan pasar Indonesia.

Herni dari AutoMob Bekasi mengatakan harga jual Ford Fiesta 2012 ke atas di tempatnya juga turun Rp5 juta dari tahun sebelumnya sebesar Rp130 juta dan diprediksi akan terus turun mengingat suku cadangnya juga tidak semurah mobil Jepang.

Di sisi lain, Dudi Darmadi, Ketua Umum Ford Ecosport Community (Forescom) menilai harga jual Ford yang semakin murah bisa menguntungkan pembeli yang begitu memahami Ford sebagai mobil Amerika yang nyaman dan canggih.

"Harga jual memang dirasakan lebih murah daripada produk Jepang. Namun mobil Ford memiliki kenyamanan dan fitur yang lebih modern," kata Dudi.

 

Pertanyaan: Ford Mundur Dari Indonesia, Bagaimana Nasib Para Pekerja?

NEW YORK--Raksasa otomotif Amerika Serikat Ford pada Senin mengumumkan akan menarik diri dari Jepang dan Indonesia karena prospek laba di dua pasar Asia itu lemah.

Produsen mobil nomor dua di AS setelah General Motors itu, berencana akan menghentikan operasinya di Jepang dan Indonesia pada semester kedua 2016.

Ford akan menutup "dealerships" atau hak penjualannya dan menghentikan impor kendaraan Ford ke negara-negara tersebut.

Ford mengatakan pihaknya akan terus memberikan layanan dan dukungan garansi di kedua negara itu.

Pada 2015, penjualan Ford menyumbang hanya 0,1 persen dari pasar Jepang dan hanya 0,6 persen di Indonesia.

Produsen mobil AS itu tidak mengatakan berapa banyak pekerja yang akan terpengaruh oleh langkah tersebut.

 

 

Ford Recall 313.000 Unit Mobil

 

 

Bisnis.com, WASHINGTON - Ford Motor Co akan menarik (recall) 313.000 mobil lama akibat bermasalahnya lampu utama yang berkaitan dengan 11 kecelakaan, termasuk 4.700 mobil jenis vans, pikap dan truk ukuran menengah dengan berbagai masalah.

Produsen mobil asal Amerika Serikat itu mengaku sedang menarik Ford Crown Victoria dan Mercury Grand Marquis model tahun 2003 - 2005 untuk mengganti modul pengendalian lampu.

Modul itu berpotensi retak dan mengganggu daya lampu sehingga meningkatkan risiko kecelakaan pada malam hari. Ford Crown Victoria biasanya digunakan sebagai kendaraan polisi atau taksi sebelum Ford menghentikannya pada 2011.

National Highway Traffic Safety Administration AS (NHTSA) menyelidiki lebih dari 500.000 mobil Ford Crown Victoria dan Mercury Grand Marquis pada Agustus setelah meninjau lebih dari 3.600 keluhan berkaitan dengan masalah pencahayaan, serta laporan 15 kecelakaan dan satu cedera.

Badan keselamatan jalan raya ini sebelumnya menyelidiki masalah pencayahaan yang sama pada 2008 tanpa memerintahkan penarikan mobil karena tiadanya laporan kecelakaan akibat masalah itu.

NHTSA mengatakan, saat bermasalah, beberapa pengemudi bisa menyalakan lagi lampu mobilnya, sementara beberapa lainnya mengatakan lampu berkedip-kedip sebelum akhirnya mati total.

Recall ini meliputi 296.004 mobil di AS, 14.714 di Kanada dan 2.096 di Meksiko.Dealer-dealer Ford akan menggantikan modul pengendalian cahaya.

Ford secara terpisah mengumumkan tiga penarikan lain mencakup 4.700 kendaraan. Mereka me-recall 177 truk F-650 and F-750 model 2016 untuk mengganti rem udara belakang yang rusak yang berpotensi bocor dan memicu aktifnya rem parkir atau berkurangnya kinerja rem.

Ford juga me-recall 1.300 Ford Transit 2015 untuk menggantikan poros belakang yang dapat retak dan hilangnya daya atau gerakan kendaraan yang tidak diharapkan saat kendaraan diparkir tanpa mengaktifkan rem parkir.

Selain itu, produsen otomotif ini juga me-recall 3.200 Ford F-150 SuperCrew 2015 untuk mengganti retractor dan pretensioner sabuk pengaman yang kemungkinan tak mampu menahan penumpang saat terjadi kecelakaan, demikian Reuters.

 

 


sumber: http://bandung.bisnis.com

 

Kirim ke teman | Versi cetak

Berita "Berita Terkini" Lainnya