Selamat Datang, di Website Resmi Kampus STEBIS IGM Palembang a.n Ketua H.Chandra Satria, S.E., M.Si------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------untuk Mahasiswa | Konsultasi Akademik Klik Disini atau Hubungi Kami Klik Disini,
 
Find us
Diberitahukan kepada Mahasiswa/i bagi yang belum melakukan pembayaran dan belum untuk melunasi pembayaran, silahkan download dan isi form Berikut Klik Disini

28 oktober peluncuran vehicle UAV

unmanned aerial vehicle/UAV

Hari ini Sumpah Pemuda, 28 Oktober, dan dillakukan ekspedisi `Menembus Langit` akan dilakukan. Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) akan mengirim pesawat tanpa awak (unmanned aerial vehicle/UAV) Ai-X1 ke lapisan stratosfer.



Rencananya pengiriman pesawat tanpa awak ini dilakukan pukul 05.00 WIB di Balai Uji Teknologi Pengamatan Antariksa dan Atmosfer LAPAN, Pameungpeuk, Garut. Pesawat tanpa awak ini akan diterbangkan dengan balon cuaca ke stratosfer dan akan kembali ke titik awal secara otomatis.


Hari ini, Kamis (27/10/2016), dilakukan persiapan dan gladi bersih. Di mana cuaca yang kurang bersahabat menjadi kendala bagi tim Menembus langit. Bagian Dokumentasi Menembus Langit, Aji Pasha mengatakan gladiresik secara teknis UAV Ai-X1 sudah siap mengudara. Hal itu dipastikan setelah uji coba terbang tadi pagi.

"Persiapan sudah 75 persen sejauh ini. Tadi pagi kami sudah tes flight dua pesawat tanpa awak (inti dan cadangan), keduanya aman. Sekarang tinggal uji coba terbang balonnya malam ini," kata Aji di lokasi uji coba.

Selain uji coba terbang, persiapan teknis yang dilakukan yaitu mempersiapkan logistik, koneksi untuk kontrol pesawat dan live video streaming peluncuran. Semuanya akan melibatkan 12 tenaga teknisi sesuai dengan job desknya masing-masing.

"12 orang teknisi yang terjun hari ini itu bagian handling pesawat, kontrol komunikasi, flight director, teknisi balon. Sisanya bagian non teknis," terang dia.

Menurutnya pada pelaksanaan gladiresik hari ini terkendala denganturunnya hujan. Pasalnya, sambung dia, dengan guyuran hujan dikhawatirkan akan membuat adanya gangguan teknis seperti sinyal kontrol pesawat dan tidak bisa terbangnya balon udara.

"Persiapan dan peluncuran nanti kendalanya cuma satu ya hujan. Kalau pesawat sudah berada di udara mah kami jamin sudah tidak ada masalah," ujar dia.

Teknologi rancangan anak bangsa ini rencanya akan terbang setinggi 30 kilometer dengan dorongan balon udara. Setelah pada ketinggian 12 kilometer, UAV Ai-X1 akan berpisah dan melanjutkan misinya di lapisan stratosfer dengan teknologi yang tersedia.

Ekspedisi menembus Langit bertujuan mendukung eksplorasi stratosfer dan mengembangkan riset aeronautika Indonesia. Nantinya dapat menjadi data acuan untuk mendukung penelitian lebih lanjut serta memacu percepatan teknologi keantariksaan nasional.

Data meteorologi yang didapat dari ekspedisi Menembus Langit dipakai untuk penelitian cuaca dan iklim Indonesia. Selain itu juga menjadi "Guide Book" perihal ekspolarsi stratosfer mulai dari riset awal, metodologi, cara kerja, serta pengoperasian sistem menuju stratosfer.

Proyek Menembus Langit ini pun diklaim sebagai uji coba terbang pertama menuju stratosfer di Indonesia dan akan menjadi rekor nasional.

 


Sumber: detiknew

 

 

Kirim ke teman | Versi cetak

Berita "Artikel Menarik" Lainnya