Selamat Datang, Bapak Prof.Muhammad Nasir, S.E., MS UMI Makasar Dr. Haryadi, S.E., M.Sc dari UNSOED------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------untuk Mahasiswa | Konsultasi Akademik Klik Disini atau Hubungi Kami Klik Disini,
 

Penderita Diabetes Tak Perlu Takut Gula

Penderita Diabetes Tak Perlu Takut Gula

Palembang- Penyakit diabetes kini bisa dialami oleh siapa saja. Jika dahulu, Anda berpikir diabetes hanya dialami orang tua saja. Kini potensi diabetes bisa dialami oleh remaja. Jika sudah terkena diabetes, biasanya penderita dianjurkan untuk tidak mengonsumsi makanan dan minuman manis.

Namun, tahukah Anda sebenarnya bahwa penderita diabetes tak perlu menjauhkan diri dari makanan dan minuman manis? Diabetes merupakan sebuah kondisi yang kompleks. Penyebabnya adalah adanya komplikasi dari berbagai faktor seperti usia, gen, obesitas, merokok, kurang aktivitas fisik, stres, tekanan darah, dan berbagai faktor lainnya.

Penderita diabetes sebenarnya tidak dilarang untuk mengkonsumsi makanan dan minuman manis, tetapi harus lebih berhati-hati dengan asupan gula serta jenis gula yang digunakan serta tetap memperhatikan pola diet yang seimbang didukung dengan aktivitas fisik yang cukup.

Banyak pilihan makanan dan minuman manis yang aman dikonsumsi oleh para penderita diabetes,seperti produk-produk yang mengandung pemanis rendah dan tanpa kalori. Pemanis rendah dan tanpa kalori memberikan konsumen pilihan untuk membantu menjalani gaya hidup, membantu keseimbangan energi, mendukung berat badan yang sehat, mengelola diet diabetik, atau sekadar memberikan rasa manis tanpa menambah kalori.


Faktanya, pemanis rendah dan tanpa kalori memiliki tingkat rasa manis yang sangat tinggi sekitar 200x gula biasa. Dengan demikian, untuk menghasilkan rasa manis yang dibutuhkan, kadar pemanis rendah dan tanpa kalori relatif sangat sedikit, bahkan sangat jauh di bawah batas asupan harian yang diperbolehkan (ADI-Acceptable Daily Intake) yang sudah ditetapkan oleh WHO. Kadar penggunaan yang sangat sedikit jumlahnya ini akan membuat pemanis rendah dan tanpa kalori yang terkonsumsi tidak diolah oleh tubuh. Jadi, hanya memenuhi kebutuhan sensasi rasa manis yang dihindari oleh para penderita diabetes.

Studi American Diabetes Association (Asosiasi Diabetes Amerika) mengungkapkan bahwa pemanis rendah dan tanpa kalori dapat membantu orang yang kelebihan berat badan atau para pengidap diabetes untuk mengurangi asupan kalori serta patuh kepada suatu pola diet makan sehat. Tak hanya itu, pemanis rendah dan tanpa kalori tidak berkontribusi pada kerusakan gigi serta tidak mempengaruhi glukosa darah atau respon insulin. Jadi, Anda tak perlu khawatir lagi.


Keberadaan diabetes di Indonesia cukup mengancam, meskipun ini bukan penyakit yang tidak menular. Penyakit ini bukan hanya diakibatkan oleh konsumsi makanan dan minuman sehari-hari, tetapi juga didukung dengan pola hidup yang kurang diisi dengan aktivitas fisik.

Kini jangan takut berteman dengan gula, dengan catatan juga menerapkan pola hidup yang aktif dan sehat untuk mengatur keseimbangan kalori dalam tubuh. Untuk info lengkapnya, klik di sini.

 

 


Sumber: news.detik.com | 16 Des 2016

Kirim ke teman | Versi cetak

Berita "Artikel Menarik" Lainnya