mail@stebisigm.ac.id

Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Syariah

Pengertian dan Sejarah Algoritma

Diposting pada tanggal 30 September 2015
Animasi dari algoritma quicksort mengurutkan larik dari nilai acak.
Animasi dari algoritma quicksort mengurutkan larik dari nilai acak. Batang merah menandakan elemen pivot; pada awal animasi, elemen paling kanan dipilih sebagai pivot.

 

Prosedur yang berisi langkah-langkah penyelesaian masalah disebut algoritma.

Algoritma adalah urutan langkah-langkah untuk memecahkan suatu masalah.

Terdapat beberapa definisi lain dari algoritma - tetapi pada prinsipnya adalah sama, dengan definisi yang diungkapkan di atas - yang kita kutip dari berbagai literatur, antara lain:

Algoritma adalah deretan langkah-langkah komputasi yang mentransformasikan data masukan menjadi keluaran.

Algoritma adalah deretan instruksi yang jelas untuk memecahkan masalah, yaitu memperoleh keluaran yang diinginkan dari suatu masukan dalam jumlah waktu yang terbatas.

Algoritma adalah prosedur komputasi yang terdefinisi dengan baik yang menggunakan beberapa nilai sebagai masukan dan menghasilkan beberapa nilai yang disebut keluaran. Jadi, algoritma adalah deretan langkah komputasi yang mentransformasikan masukan menjadi keluaran.

Algoritma adalah deskripsi dari suatu pola tingkah laku yang dinyatakan secara primitif yaitu aksi-aksi yang didefenisikan sebelumnya dan diberi nama, dan diasumsikan sebelumnya bahwa aksi-aksi tersebut dapat kerjakan sehingga dapat menyebabkan kejadian.

Algoritma merupkan urutan perintah atau langkah-langkah logis penyelesaian masalah yang disusun secara sistematis dan logis.
Syarat Algoritma
Beberapa syarat yang harus dimiliki oleh algoritma yaitu :
1. General, artinya algoritma yang dibuat harus bersifat umum, tidak bersifat kasuistis.
2. Finiteness, algoritma harus mempunyai akhir.
3. Efisien, Algoritma yang dibuat harus efisien, karena dalam satu permasalahn yang ada dapat ditemukan kemungkinan solusi, harus dipilih yang paling efisien.

Sejarah Algoritma

Algoritma berasal dari nama penulis buku, yakni Abu Ja`far Muhammad Ibnu Musa Al-Khwarizmi yang berasal dari Uzbekistan. Orang Barat menyebut Al-Khwarizmi dengan Algorism.
Pada saat itu, Al-Khwarizmi menulis buku dengan judul Al Jabar wal-Muqabala yang artinya `Buku Pemugaran dan Pengurangan` (The book of Restoration and Reduction). Dari judul buku tersebut, kita juga memperoleh kata “aljabar” atau biasa dikenal dengan algebra.
Abu Abdullah Ibnu Musa al-Khawarizmi (770M-840M) lahir di Khawarizm (Kheva), kota yang berada di selatan Sungai Oxus (sekarang disebut Uzbekistan) pada 770 M. Al Khawarizmi merupakan salah satu ilmuan terkenal di zamannya. Ada beberapa cabang ilmu matematika yang berhasil ditemukannya, antara lain yang dikenal sebagai astronom dan geografer.
Awalnya, algoritma merupakan istilah yang merujuk kepada aturan-aturan aritmetis yang berguna untuk menyelesaikan persoalan dengan menggunakan bilangan numeric Arab.


Pada tahun 1950, kata algoritma pertama kali digunakan pada "algoritma Euclidean" (Euclid`s algorithm). Euclid, seorang matematikawan Yunani (lahir pada tahun 350 M), dalam bukunya yang berjudul Element menuliskan langkah-langkah untuk menemukan pembagi bersama terbesar (common greatest divisor atau gcd), dari dua buah bilangan bulat, m dan n [KNU73] (tentu saja Eulid tidak menyebut metodenya itu sebagai algoritma, baru di abad modernlah orang-orang menyebut metodenya itu sebagai "algoritma Euclidean"). Pembagi bersama terbesar dari dua buah bilangan bulat tak negatif adalah bilangan bulat positif terbesar yang habis membagi kedua bilangan tersebut.

Misalnya, m= 80 dan n =12. Semua faktor pembagi 80 adalah

1,2,4,5,8,10,16,20,40,80

dan semua faktor pembagi 12 adalah

1,2,3,4,6,12,

maka gcd(80,12) = 4.

Langkah-langkah mencari gcd(80,12) dengan algoritma Euclidean sebagai berikut:

80 dibagi 12 hasilnya =6, sisa 8   (atau:80 =6.12+8)

12 dibagi 8 hasilnya = 1, sisa = 4 (atau:12 =1.8+4)

8 dibagi 4 hasilnya = 2, sisa =0   (atau:8 =4.2+0)

karena pembagian yang terakhir menghasilkan 0, maka sisa pembagian terakhir sebelum 0, yaitu

4, menjadi gcd(80,12). Jadi, gcd(80,12) = gcd(12,8) = gcd(8,4) = gcd(4,0)=4.

 

Contoh Algoritma.

Salah satu dari algoritma sederhana adalah menemukan bilangan terbesar dalam sebuah deretan angka (tak berurut). Solusinya membutuhkan pemeriksaan setiap angka dalam deret, tapi hanya sekali. Dari hal ini munculah algoritma sederhana, yang bisa dinyatakan dalam kalimat bahasa deskripsi tingkat-tinggi, sebagai:

Deskripsi tingkat-tinggi:

  1. Jika tidak ada angka dalam deret makan tidak ada bilangan terbesar.
  2. Asumsikan item pertama dalam deret adalah yang terbesar.
  3. Untuk setiap sisa angka dalam deret, jika angka tersebut besar dari angka terbesar sekarang, anggap angka tersebut menjadi yang terbesar dalam deret.
  4. Bila tidak ada lagi angka yang tersisa pada deret untuk diperiksa, anggap angka terbesar sekarang menjadi angka yang terbesar dalam deret.

Deskripsi (Quasi-)formal: Ditulis dalam kalimat yang lebih dekat dengan bahasa tingkat-tinggi dari program komputer, berikut ini adalah kode formal dari algoritma dalam pseudokode atau kode pijin:

Algoritma LargestNumber
  Masukan: Deret angka L.
  Keluaran: Angka terbesar dalam daftar L.
terbesarLnull
  untuk setiap item dalam L, lakukan
    jika item > terbesar, maka
      terbesaritem
  kembalikan terbesar
  • "←" adalah singkatan untuk "diubah menjadi". Misalnya, "terbesaritem" artinya nilai dari terbesar diubah menjadi nilai dari item.
  • "kembalikan" mengakhiri algoritma dan mengeluarkan nilai kembalian.

 


Sumber:

- kutip buku Algoritma dan pemrograman Rinaldi munir.(hal 3, 10 dan 11)
- Website online wikipedia diakses: tanggal 29/09/2015 pukul 23.40
- Andikafisma blog diakses: tanggal 30/09/2015 pukul 00.15
- Pemrograman Komputer
: tanggal 30/09/2015 pukul 00.15

Versi cetak

Related Keywords

contoh algoritma, pengertian algoritma, sejarah algoritma, sejarah algoritma euclides

Artikel Terkait


Universitas Indo Global Mandiri Palembang Gelar Penyembelihan Hewan Kurban Idul Adha 1447 H, Wujud Kepedulian

Universitas Indo Global Mandiri Palembang Gelar Penyembelihan Hewan Kurban Idul Adha 1447 H, Wujud Kepedulian

  STEBISIGM,Palembang – Dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Universitas Indo Global Mandiri (UIGM) Pal...


STEBIS IGM Palembang Berkomitmen Tingkatkan Literasi Keuangan Syariah Melalui ToT OJK dan UIN Raden Fatah

STEBIS IGM Palembang Berkomitmen Tingkatkan Literasi Keuangan Syariah Melalui ToT OJK dan UIN Raden Fatah

STEBISIGM, Palembang – Fakultas Bisnis Syariah (FBS) STEBIS IGM Palembang menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan litera...


Tingkatkan Kompetensi, Siswi SMK Muhammadiyah 1 Palembang Lakukan Magang di Kampus STEBIS UIGM

Tingkatkan Kompetensi, Siswi SMK Muhammadiyah 1 Palembang Lakukan Magang di Kampus STEBIS UIGM

  STEBISIGM.ac.id, Palembang – Sebanyak lima siswa dari SMK Muhammadiyah 1 Palembang, yaitu Jasmine Aulia Fitri, Nailul Choiria,...


Bentuk rasa syukur lebaran idul adha 1445H keluarga besar yayasan igm berkurban Sapi Simmental

Bentuk rasa syukur lebaran idul adha 1445H keluarga besar yayasan igm berkurban Sapi Simmental

STEBISIGM.ac.id, Palembang - Pada hari lebaran Idul Adha 1445H/2024M ini di kampus STEBIS IGM, sebuah kegiatan penyembelihan hewan kurban ...


STEBIS IGM dan Penerbit Erlangga Jalin Kerjasama Melalui Penandatanganan MoU

STEBIS IGM dan Penerbit Erlangga Jalin Kerjasama Melalui Penandatanganan MoU

  STEBISigm.ac.id - Palembang, Hari ini, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Inggris (STEBIS) IGM mengumumkan penandatanganan Memorandum of U...


Kampus IGM Palembang Menggelar Workshop Publikasi Ilmiah Manajemen Referensi dan SEM PLS

Kampus IGM Palembang Menggelar Workshop Publikasi Ilmiah Manajemen Referensi dan SEM PLS

   Kampus STEBIS IGM, Palembang - Kembali menggelar Workshop Publikasi Ilmiah Manajemen Referensi kali ini ada tambahan pegguna...