mail@stebisigm.ac.id

Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Syariah

Kasus YY Korban pemerkosaan dan pembunuhan di Bengkulu

Diposting pada tanggal 4 Mei 2016

JAKARTA, KOMPAS — Pemerkosaan dan pembunuhan terhadap YY (14), remaja asal Bengkulu, oleh 14 pria merupakan puncak gunung es persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Jika masalah ini tak segera diatasi, korban akan terus bertambah dan Indonesia semakin jauh dari keadaban.

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI)

Asrorun Ni`am Sholeh memberikan keterangan kepada media usai melaporkan kasus peretasan web KPAI sebagai lembaga negara oleh seseorang yang diduga terkait perlawanan terhadap upaya perlindungan anak di Bareskirm Mabes Polri, Jakarta, Selasa (3/5). Selain melaporkan kasus tersebut KPAI juga melakukan koordinasi penanganan kasus anak antara lain soal perkosaan anak berumur 14 tahun yang disertai pembunuhan di Bengkulu yang dilakukan 14 orang.

 

YY, siswi sekolah menengah pertama di Padang Ulak Tanding, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, diperkosa lalu dibunuh oleh 14 pria yang semuanya berumur di bawah 20 tahun, dan 5 di antaranya pelajar, pada 2 April lalu.

 

Jenazah YY ditemukan dalam kondisi membusuk di jurang dengan tangan dan kaki terikat pada 4 April 2016.

 

Peristiwa ini baru mendapatkan perhatian luas media massa arus utama setelah muncul kampanye di media sosial dengan tagar #NyalaUntukYuyun. Hingga Selasa (3/5) siang, situs layanan analisis media sosial trends24.in mencatat tagar itu masih masuk dalam jajaran topik terhangat atau trending topic Twitter di Indonesia.

 

Latifa Widuri Retnaningtyas, aktivis Perempuan Mahardhika, kemarin, di Jakarta, menuturkan, kejadian keji yang menimpa YY merupakan puncak gunung es kekerasan struktural terhadap perempuan di Indonesia. Relasi kuasa yang tidak seimbang antara laki-laki dan perempuan dalam struktur sosial patriarki membuat kekerasan terhadap perempuan cenderung terus terjadi.

 

Catatan tahunan Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) tahun 2013-2015 menunjukkan adanya tren kenaikan kekerasan terhadap perempuan. Pada 2013, tercatat ada 279.760 kasus, pada 2014 menjadi 293.220 kasus, dan kemudian mencapai 321.752 kasus pada tahun 2015. Kekerasan ini melingkupi kekerasan fisik, kekerasan seksual, psikis, dan ekonomi yang berlangsung baik di ranah personal, komunitas, maupun ranah negara.

 

Di saat yang sama, juga terjadi peningkatan kasus kekerasan seksual terhadap anak. Bahkan, di DI Yogyakarta, kekerasan seksual terhadap anak sudah dalam taraf mengkhawatirkan. Catatan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat DI Yogyakarta, pada 2014 terjadi sekitar 400 kasus kekerasan seksual terhadap anak. Angka itu meningkat menjadi 1.400 kasus pada 2015.

 

 


Sumber: Berita Kompas hari ini 03/05/2016

 

 

 

 

 

Versi cetak

Related Keywords

kasus pemerkosaan dibengkulu, kasus yy korban pemerkosaan dan pembunuhan, pembunuhan dibengkulu

Artikel Terkait


STEBIS IGM Palembang Berkomitmen Tingkatkan Literasi Keuangan Syariah Melalui ToT OJK dan UIN Raden Fatah

STEBIS IGM Palembang Berkomitmen Tingkatkan Literasi Keuangan Syariah Melalui ToT OJK dan UIN Raden Fatah

STEBISIGM, Palembang – Fakultas Bisnis Syariah (FBS) STEBIS IGM Palembang menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan litera...


Tingkatkan Kompetensi, Siswi SMK Muhammadiyah 1 Palembang Lakukan Magang di Kampus STEBIS UIGM

Tingkatkan Kompetensi, Siswi SMK Muhammadiyah 1 Palembang Lakukan Magang di Kampus STEBIS UIGM

  STEBISIGM.ac.id, Palembang – Sebanyak lima siswa dari SMK Muhammadiyah 1 Palembang, yaitu Jasmine Aulia Fitri, Nailul Choiria,...


Bentuk rasa syukur lebaran idul adha 1445H keluarga besar yayasan igm berkurban Sapi Simmental

Bentuk rasa syukur lebaran idul adha 1445H keluarga besar yayasan igm berkurban Sapi Simmental

STEBISIGM.ac.id, Palembang - Pada hari lebaran Idul Adha 1445H/2024M ini di kampus STEBIS IGM, sebuah kegiatan penyembelihan hewan kurban ...


STEBIS IGM dan Penerbit Erlangga Jalin Kerjasama Melalui Penandatanganan MoU

STEBIS IGM dan Penerbit Erlangga Jalin Kerjasama Melalui Penandatanganan MoU

  STEBISigm.ac.id - Palembang, Hari ini, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Inggris (STEBIS) IGM mengumumkan penandatanganan Memorandum of U...


Kampus IGM Palembang Menggelar Workshop Publikasi Ilmiah Manajemen Referensi dan SEM PLS

Kampus IGM Palembang Menggelar Workshop Publikasi Ilmiah Manajemen Referensi dan SEM PLS

   Kampus STEBIS IGM, Palembang - Kembali menggelar Workshop Publikasi Ilmiah Manajemen Referensi kali ini ada tambahan pegguna...


Kepengurusan tiga himpunan dikampus igm sudirman palembang kembali dikukuhkan

Kepengurusan tiga himpunan dikampus igm sudirman palembang kembali dikukuhkan

STEBISIGM, Kampus Sudirman - Hasil Rapat SENAT pada tanggal 27 Mei 2024 diputuskan bahwa pelantikan masa Jabatan Ketua / Sekretaris / Angg...