mail@stebisigm.ac.id

Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Syariah

Rencana Sekolah Sehari Penuh Dibatalkan

Diposting pada tanggal 11 Agustus 2016

Muhadjir Effendy foto from duniamu.id

Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan dan penggantinya Muhadjir Effendy mengatakan kementeriannya akan membatalkan rencana perpanjangan jam sekolah dasar dan menengah jika masyarakat keberatan. Perpanjangan jam sekolah yang ramai disebut sebagai full day school itu bertujuan memperpendek waktu di luar sekolah. Dengan waktu panjang di sekolah, siswa mendapat tambahan jam untuk belajar pendidikan karakter budi pekerti dari para guru.

"Jika memang belum dapat dilaksanakan, saya akan menarik rencana itu dan mencari pendekatan lain," kata Muhadjir dalam konferensi pers di restoran Batik Kuring, Jakarta, 9 Agustus 2016. "Masyarakat harus mengkritik gagasan ini, jangan keputusan sudah saya buat kemudian merasa tidak cocok."

Ide sekolah sehari penuh diperoleh dari Finlandia yang, dinilai Muhadjir, memiliki sumber daya manusia terbaik karena para siswa diberi pendidikan karakter. Di Indonesia, Kementerian Pendidikan baru memetakan sekolah mana saja yang sudah siap mengimplementasikan perpanjangan jam sekolah itu.

Perpanjangan jam sekolah itu dianggap Muhadjir dapat membantu guru mendapatkan tambahan jam mengajar 24 jam per minggu sebagai syarat mendapatkan sertifikasi guru. "Guru yang mencari tambahan jam belajar di sekolah nanti akan mendapatkan tambahan jam itu dari ini," katanya.

 

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy berfoto bersama Sekjen Kemdikbud Didik Suhardi di kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, 28 Juli 2016. TEMPO/Danang Firmanto

Muhadjir juga merasa para siswa akan lebih aman jika berada di sekolah sampai orang tua menjemputnya. "Saya ingin sekolah yang menjadi rumah kedua, bukan swalayan atau mal," katanya. Menurut Muhadjir, teknis pelaksanaan sistem itu akan diatur lebih rinci oleh komite sekolah, yang berisi para orang tua siswa.

Asal-usul sekolah sehari penuh itu, kata Muhadjir, berawal dari idenya mengimplementasikan Nawacita. Muhadjir merumuskan bahwa pendidikan dasar harus mengubah porsi pendidikan menjadi 70 persen pendidikan karakter dan 30 persen pendidikan pengetahuan. Di level sekolah menengah, angka itu diubah menjadi 60 dan 40 persen.

 

Ukuran pendidikan karakter adalah kejujuran, toleransi, disiplin, hingga rasa cinta Tanah Air. Muhadjir merasa mata pelajaran biasa tidak akan mampu mengajarkan pendidikan itu. "Harus ada kegiatan ekstrakurikuler, sehingga kami merasa perlu ada penambahan waktu," tuturnya.

Dalam sesi ekstrakurikuler itu, menurut Muhadjir, siswa tidak akan dibebani mata pelajaran. Waktu akan diisi dengan kegiatan semacam menari dan bernyanyi. "Mereka akan bergembira," ucapnya.

Muhadjir mengklaim ide ini sudah disambut baik Wakil Presiden Jusuf Kalla. "Beliau berpesan supaya ide ini dipelajari lebih saksama dan, jika memang bagus, akan diterapkan secara lebih luas," ujarnya. Ketika sistem sudah siap diimplementasikan, Muhadjir akan melapor ke Presiden Joko Widodo. "Keputusan ada di tangan Presiden."

Adapun dampak terhadap ekonomi dan anak sudah dikaji Kementerian, tapi akan dibahas lagi dengan komite sekolah. "Soal anggaran, ini kan masih ide, kalau tidak disetujui, ya, tidak apa-apa," katanya.

 

 

 


Sumber: tempo.co | duniamu.id

Versi cetak

Related Keywords

rencana sekolah sehari penuh dibatalkan

Artikel Terkait


Ketua STEBIS IGM Jadi Narasumber Pelatihan BKD–RBKD Dosen PTKIS Kopertais Wilayah VII

Ketua STEBIS IGM Jadi Narasumber Pelatihan BKD–RBKD Dosen PTKIS Kopertais Wilayah VII

  STEBISIGM.ac.id, Palembang — Laporan Beban Kerja Dosen (BKD) dan Rencana Beban Kerja Dosen (RBKD) memegang peranan penting dal...


Delegasi UKM Jalin Kolaborasi Akademik dengan UIGM, Perkuat Sinergi dan Angkat Budaya Lokal

Delegasi UKM Jalin Kolaborasi Akademik dengan UIGM, Perkuat Sinergi dan Angkat Budaya Lokal

STEBISIGM - Sebanyak 20 delegasi dari Fakultas Ekonomi Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) melakukan kunjungan akademik ke Universitas ...


Mahasiswa STEBIS IGM Salurkan Dana Abadi Anak Yatim Dapat Dukungan Pendidikan

Mahasiswa STEBIS IGM Salurkan Dana Abadi Anak Yatim Dapat Dukungan Pendidikan

STEBISigm.ac.id, Palembang – Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) STEBIS Universitas Indo Global Mandiri (IGM) kembali menunjukkan kepeduli...


Visitasi Kemenag STEBIS IGM Selangkah Lagi Bergabung dengan Universitas Indo Global Mandiri

Visitasi Kemenag STEBIS IGM Selangkah Lagi Bergabung dengan Universitas Indo Global Mandiri

STEBISigm.ac.id, Palembang – Proses penggabungan Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Syariah (STEBIS) Indo Global Mandiri (IGM) ke Uni...


STEBIS IGM Angkat Kebanggaan Budaya Lewat Gathering Berbusana Adat

STEBIS IGM Angkat Kebanggaan Budaya Lewat Gathering Berbusana Adat

STEBISigm.ac.id, Palembang – Suasana penuh warna dan keceriaan mewarnai gathering Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Islam (STEBIS) I...


M Rizki dan Vivien Harmine Dinobatkan sebagai Putra Putri Syariah STEBIS IGM 2024

M Rizki dan Vivien Harmine Dinobatkan sebagai Putra Putri Syariah STEBIS IGM 2024

STEBISigm.ac.id, Palembang – Ajang pemilihan Putra Putri STEBIS Indo Global Mandiri (IGM) 2024 berlangsung meriah di Aula Lantai XII...