mail@stebisigm.ac.id

Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Syariah

Hati-hati Belanja di 60 e-Commerce Ini

Diposting pada tanggal 2 November 2016

Palembang - pada akhir September 2016 lalu sempat mengungkapkan bahwa pada tahun 2014 dan 2015, kejahatan dunia maya di Indonesia meningkat secara dramatis menjadi 389% dan sebagian besar serangan ini berada di sektor bisnis e-commerce.

Kalau benar demikian, maka hal ini jelas perlu diwaspadai. Apalagi, ada sebuah studi terbaru yang melakukan penelitian kepada 60 aplikasi belanja peringkat teratas di Android, dan menemukan bahwa lebih dari setengahnya mengumpulkan informasi pribadi pengguna melalui pelacak.

Temuan ini katanya berasal dari penilaian risiko privasi di Opera Max, aplikasi manajemen data dan penghematan data milik Opera untuk Android. Disebutkan, sebanyak 60 aplikasi belanja paling populer ditinjau menggunakan modus privasi di aplikasi ini.

Penelitian lain menunjukkan bahwa informasi pribadi seperti nama pengguna, alamat email, lokasi, istilah pencarian dan nomor telepon dibagikan kepada pihak ketiga melalui pelacak.

 

Beberapa aplikasi belanja yang paling `bocor` disebut oleh Opera seperti Amazon, BestBuy, JC Penney dan Newegg, mengirimkan pelacak dalam jumlah yang relatif tinggi.

Penelitian ini juga menunjukkan bahwa sebanyak 96% dari aplikasi belanja tidak menggunakan enkripsi penuh untuk menghubungkan aplikasi ke server mereka. Hal ini menimbulkan risiko privasi untuk pembeli online ketika mereka menggunakan aplikasi ini.

Data pribadi dapat dibagikan kepada pihak ketiga melalui pelacak pada aplikasi belanja atau koneksi http yang tidak terenkripsi melalui koneksi operator seluler.

Data sensitif seperti nomor rekening bank dan informasi keuangan lainnya yang disimpan di rekening pengecer atau aplikasi belanja online, dapat dicegat dan dibaca oleh pencuri identitas melalui jaringan Wi-Fi publik yang tidak aman.

Berdasarkan survei privasi daring yang dilakukan JakPat lebih dari 57% responden merasa waswas akan pihak ketiga yang dapat mengakses informasi personal mereka.

"Kebanyakan orang tidak akan memberitahukan informasi rinci kartu kredit mereka atau nama lengkap dan alamat mereka kepada karyawan di sebuah toko tempat mereka berbelanja atau melihat-lihat produk. Tapi, ketika menggunakan aplikasi belanja online, orang melakukan hal ini dan tidak menyadari bahwa informasi-informasi seperti ini dapat dibagikan ke pihak lain", kata Sergey Lossev, Head of Product, Opera Max, dalam keterangan tertulis yang diterima detikINET, Rabu (2/11/2016).

 

12 aplikasi belanja yang paling sering digunakan mengirim pelacak

 

Yang mengejutkan dari hasil penelitian ini, beberapa e-commerce di antaranya sudah sangat akrab di Indonesia. Misalnya, Blibli, Bukalapak, Elevania, Kaskus Jual Beli, Lazada, MatahariMall, OLX Indonesia, Tokopedia, dan Zalora.

"Ini merupakan hasil dari uji coba yang telah kami lakukan pada 60 aplikasi belanja paling populer di sepuluh negara, termasuk Brasil, Prancis, Jerman, India, Indonesia, Rusia, Afrika Selatan, Amerika Serikat, Inggris dan Vietnam.

"Kami menguji aplikasi-aplikasi ini pada jaringan Wi-Fi dan membuat setidaknya 100 permintaan dalam setiap aplikasi dengan browsing berbagai jenis produk. Kemudian kami mencatat hasilnya berdasarkan apa yang ditampilkan pada lini waktu dari mode privasi Opera Max.

"Itulah sebabnya kami telah menerapkan mode privasi di Opera Max. Kami ingin mengedukasi pengguna kami dengan menunjukkan aplikasi mana saja yang membagikan data Anda melalui pelacak tanpa seizin Anda," pungkas Sergey.

 

Sumber: inet.detik.com

Versi cetak

Related Keywords

hati-hati belanja di 60 e-commerce ini

Artikel Terkait


Ketua STEBIS IGM Jadi Narasumber Pelatihan BKD–RBKD Dosen PTKIS Kopertais Wilayah VII

Ketua STEBIS IGM Jadi Narasumber Pelatihan BKD–RBKD Dosen PTKIS Kopertais Wilayah VII

  STEBISIGM.ac.id, Palembang — Laporan Beban Kerja Dosen (BKD) dan Rencana Beban Kerja Dosen (RBKD) memegang peranan penting dal...


Delegasi UKM Jalin Kolaborasi Akademik dengan UIGM, Perkuat Sinergi dan Angkat Budaya Lokal

Delegasi UKM Jalin Kolaborasi Akademik dengan UIGM, Perkuat Sinergi dan Angkat Budaya Lokal

STEBISIGM - Sebanyak 20 delegasi dari Fakultas Ekonomi Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) melakukan kunjungan akademik ke Universitas ...


Mahasiswa STEBIS IGM Salurkan Dana Abadi Anak Yatim Dapat Dukungan Pendidikan

Mahasiswa STEBIS IGM Salurkan Dana Abadi Anak Yatim Dapat Dukungan Pendidikan

STEBISigm.ac.id, Palembang – Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) STEBIS Universitas Indo Global Mandiri (IGM) kembali menunjukkan kepeduli...


Visitasi Kemenag STEBIS IGM Selangkah Lagi Bergabung dengan Universitas Indo Global Mandiri

Visitasi Kemenag STEBIS IGM Selangkah Lagi Bergabung dengan Universitas Indo Global Mandiri

STEBISigm.ac.id, Palembang – Proses penggabungan Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Syariah (STEBIS) Indo Global Mandiri (IGM) ke Uni...


STEBIS IGM Angkat Kebanggaan Budaya Lewat Gathering Berbusana Adat

STEBIS IGM Angkat Kebanggaan Budaya Lewat Gathering Berbusana Adat

STEBISigm.ac.id, Palembang – Suasana penuh warna dan keceriaan mewarnai gathering Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Islam (STEBIS) I...


M Rizki dan Vivien Harmine Dinobatkan sebagai Putra Putri Syariah STEBIS IGM 2024

M Rizki dan Vivien Harmine Dinobatkan sebagai Putra Putri Syariah STEBIS IGM 2024

STEBISigm.ac.id, Palembang – Ajang pemilihan Putra Putri STEBIS Indo Global Mandiri (IGM) 2024 berlangsung meriah di Aula Lantai XII...