Teknologi Hidroponik

21 Januari 2016

 

Kata Hidroponik  berasal dari bahasa Yunani yaitu "hydro" yang berarti air dan "ponics" yang artinya daya atau tenaga atau tenaga kerja. Jadi menanam dengan sistem hidroponik artinya menanam menggunakan media air atau tenaga kerja air.Hidroponik juga dikenal sebagai soilless culture atau budidaya tanaman tanpa menggunakan media tanah. Jadi hidroponik berarti budidaya tanaman yang memanfaatkan air dan tanpa menggunakan tanah sebagai media tanam atau soilless.

Hidroponik, aeroponik dan akuaponik adalah teknologi terapan di bidang pertanian yang menggunakan media air untuk memproduksi sayuran dan buah. Lantaran tidak menggunakan tanah, otomatis hasil panen menjadi lebih bersih dan biasanya jarang terkena hama dan penyakit tanaman yang banyak berasal dari tanah.
 
Aeroponik dan akuaponik sebenarnya adalah bagian dari pengembangan teknologi hidroponik. Pertanian hidroponik sendiri adalah menanam tanaman dengan cara menggantung tanaman menggunakan tempat styrofoam atau bahan yang bisa mengapung diatas air dengan akar menjulur kebagian bawah pada tempat penampungan air yang telah diberi nutrisi.
 
Sama seperti hidroponik, namun cara kerja aeroponik akar dibiarkan menggantung dan suplai nutrisi diberikan dengan cara disemprotkan berkali-kali setiap hari. Sedangkan akuaponik adalah sistem pertanian hidroponik yang digabungkan dengan budidaya ikan sebagai sumber nutrisi yang akan diserap tanaman. Pertanian akuaponik ini sendiri bisa dikatakan sebagai pertanian organik hidroponik karena nutrisi yang diserap tanaman bukan berasal dari pupuk sintetis melainkan dari kotoran ikan yang terlarut dalam kolam ikan. Hidroponik memang lebih dahulu diterapkan oleh para pelaku usaha sayuran yang menyuplai ke berbagai supermarket. Sedangkan untuk akuaponik dan aeroponik mulai diterapkan dalam skala bisnis besar sekitar tahun 2000 an. 


Menanam dengan teknik hidroponik berarti kita bercocok tanam dengan memperhatikan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman yang bersangkutan, atau istilah lainnya bercocok tanam tanpa tanah tetapi menggunakan air yang mengandung nutrisi yang dibutuhkan tanaman.Rupanya masyarakat sudah menyadari pentingnya kebutuhan pupuk bagi tanaman.Di mana pun tumbuhnya sebuah tanaman akan tetap dapat tumbuh dengan baik apabila nutrisi (unsur hara) yang dibutuhkan selalu tercukupi. Dalam konteks ini peranan tanah adalah untuk penyangga tanaman dan air yang ada merupakan pelarut nutrisi, untuk kemudian bisa diserap tanaman.  

Dari sinilah akhirnya muncul beberapa teknik bertanam dengan menggunakan air yang kita sebut hidroponik, di mana yang ditekankan adalah pemenuhan kebutuhan nutrisi tanaman.

 

Apa saja yang perlu disiapkan untuk menanam tanaman secara hidroponik?? cara menanam hidroponik prinsipnya adalah tidak menggunakan media tanah namun menggunakan media air dengan nutrisi yang diperlukan tanaman untuk tumbuh dan berkembang. Nah jika ingin memulai menanam secara hidroponik

 

1. Semai benih tanaman
Awal sebelum menanam tanaman tentu saja kita memerlukan benih tanaman untuk ditanam, pertama kali adalah semai benih tanaman untuk menjadi bibit tanaman yang siap dipindah tanam. Anda bisa menanam sayuran dengan waktu panen yang singkat supaya cepat panen,, bayam, kangkung, sawi misalnya. Persiapan ini sebisa mungkin 2 minggu sebelum tanam dan sistem hidroponik dipilih.

 

2. Sistem hidroponik
Ada banyak sistem hidroponik yang bisa anda pilih untuk menanam secara hidroponik, sistem wick, NFT, fertigasi. Jika diawal masih skala hobi paling mudah menggunakan sistem wick / sumbu. mudah dan murah.

 

3. Media yang diperlukan
Untuk menanam hidroponik tentu saja memerlukan media sebagai tempat tumbuh tanaman, nah ada beberapa peralatan dan perlengkapan yang perlu anda siapkan sebelum memulai berhidroponik.1) Media tanam, anda bisa menggunakan media tanam seperti rockwool, cocopeat, sekam bakar, pasir dll. 2)set hidroponik, anda bisa membeli starter kit untuk wick sistem ini atau anda juga bisa membuatnya sendiri.

4. Nutrisi Hidroponik
Nutrisi hidroponik sangat penting untuk keberhasil dalam menanam hidroponik, karena tanpa nutrisi hidroponik tentu saja anda tidak bisa menanam secara hidroponik. nutrisi hidroponik merupakan hara makro dan mikro yang wajib ada untuk pertumbuhan tanaman. Anda bisa membeli atau membuat sendiri juga, untuk skala hobi saya yakin membeli jauh lebih murah dibandingkan dengan membuat sendiri.

 

5. Pemeliharaan
Jika semua sudah siap, bibit siap ditanam secara hidroponik tahapan selanjutnya adalah masa pemeliharaan tanaman. Usahakan nutrisi sesuai dengan kebutuhan tanaman supaya pertumbuhan optimal seperti yang diharapkan.

 

6. Panen Hidroponik

Keenam hal diatas merupakan tahapan cara menanam tanaman secara hidroponik, untuk skala anda bisa memilih mau skala hobi atau skala produksi.

Kelebihan dan kelemahan. Dibandingkan hasil pertanian konvensional yang menggunakan media tanah, berbagai teknik penanaman dengan menggunakan media air ini, menghasilkan sayuran dan buah yang lebih baik. Teksturnya lebih renyah, tidak banyak yang terbuang pada proses pasca panen menjelang panen karena kandungan nutrisinya lebih terukur dan lebih baik.  Bisa panen lebih banyak dan lebih cepat.
 
Bahkan bagi budidaya sayur dan buah dengan sistem akuaponik lebih menguntungkan lagi, karena dari satu lahan yang sama bisa menghasilkan sayuran dan ikan secara bersamaan.  Sementara itu kelemahan cara ini untuk skala usaha yakni investasi konstruksi bangunan dan instalasi di awal terbilang cukup tinggi jika membangun green house dengan penyanggah besi.
 
Komoditas yang cocok. Yang harus diperhatikan dalam teknik budidaya hidroponik, aeroponik maupun akuaponik adalah tak semua jenis tanaman bisa ditanam begitu juga dengan jenis ikannya. Hanya sayuran dan buah dengan akar serabut yang bisa ditanam dengan metode ini, sedangkan ikan yang bagus adalah ikan yang dikonsumsi karena kotoran yang dihasilkan lebih banyak.
 

Produsen bisa menjual langsung produk sayur buahnya ke supermarket seperti yang dilakukan Randi Farm (Purwokerto) atau melalui supplier seperti yang dilakukan Sidik (Jakarta Timur). Selisih harga di supermarket bisa sekitar 20 % - 30 % dari harga di kebun. Agar lebih dikenal luas dan langsung mendapat rekanan bisnis, bisa mempromosikan produk melalui pameran.

 

 


Sumber:

- Pertanian Organik
- Rumah Herbal
- Blog gracealwayswaits

 

 

 

 

 

 

 


Sumber : STEBIS IGM http://stebisigm.ac.id
Selengkapnya : http://stebisigm.ac.id/artikel/236/Teknologi-Hidroponik.html