Hortikultura (horticulture) berasal dari bahasa Latin hortus (tanaman kebun) dan cultura/colere (budidaya), dan dapat diartikan sebagai budidaya tanaman kebun. Kemudian hortikultura digunakan secara lebih luas bukan hanya untuk budidaya di kebun. Istilah hortikultura digunakan pada jenis tanaman yang dibudidayakan. Bidang kerja hortikultura meliputi pembenihan, pembibitan, kultur jaringan, produksi tanaman, hama dan penyakit, panen, pengemasan dan distribusi. Hortikultura merupakan salah satu metode budidaya pertanian modern.
Hortikultura merupakan cabang dari agronomi. Berbeda dengan agronomi, hortikultura memfokuskan pada budidaya tanaman buah (pomologi/frutikultur), tanaman bunga (florikultura), tanaman sayuran (olerikultura), tanaman obat-obatan (biofarmaka), dan taman (lansekap). Salah satu ciri khas produk hortikultura adalah perisabel atau mudah rusak karena segar.
Orang yang menekuni bidang hortikultura dengan profesional disebut sebagai hortikulturis.
Indonesia yang terletak di tropis membuat Indonesia menjadi surga biodiversitas komoditas hortikultura.
Bisnis.com, BANDUNG--Akademisi Departemen Sosial Ekonomi Pertanian Fak. Pertanian Unpad Tomy Perdana mengungkapkan sektor hortikultura merupakan sektor agribisnis yang bisa lebih cepat menguntungkan bagi para petani kecil.
Dia mengatakan di Indonesia sendiri nilai pasar atau konsumsi produk hortikultura yaitu sayur dan buah mencapai Rp200 triliun/ tahun di mana Rp20 triliun merupakan untuk produk impor dan sisanya dari produk lokal.
"Untuk sektor pertanian lahan kecil, petani sayur dan buah ini termasuk yang berpotensi bisa mudah sejahtera. Untuk petani kecil seperti petani tomat atau wortel yang ikut mengembangkan clustes agribisnis saja, pendapatan mereka bisa diatas rata-rata petani. Potensinya besar, tapi sayang saat ini masih belum maksimal,"
Sumber: http://bandung.bisnis.com | Wikipedia